Yayasan Keluarga Batam
Topik Artikel : Informasi Umum
Apa Itu Neurotik
2009-02-10 16:27:16 - by : heri-f


Apakah Arti Neurotik?...


“Belakangan ini orang sering mendengar tentang besarnya peningkatan jumlah
penderita gangguan keseimbangan mental. Kemudian begitu banyak tayangan layar
perak yang menyuguhkan cerita tentang berbagai karakter manusia yang aneh atau
menunjukkan gejala neurotik, misalnya. Sebenarnya siapakah orang-orang yang
termasuk orang neurotik itu?” tanya teman lama saat saya masih duduk di bangku
SLTA dan sudah sekitar 20 tahun tidak jumpa















Jawab
saya, “Kita semua sebenarnya menderita sedikit gejala neurotik. Neurosis
berarti suatu reaksi mental dan sistem saraf terhadap penyakit fisik atau
kejadian yang tidak menyenangkan.”



“Contoh konkretnya apa?” lanjut teman itu.



“Apakah pernah merasa sakit di bagian dada?”



“Pernah.”



“Apa yang Anda lakukan selanjutnya”



“Mulanya saya agak cemas dengan gejala itu, tetapi setelah beberapa saat
saya melupakannya. Saat harus melakukan cek kesehatan rutin, saya bertanya
kepada dokter dan dokter mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan”



“Wah, kamu orang normal (sehat mental) karena tidak terpengaruh oleh gejala
itu, “ jawab saya.



 



Normal



Orang yang sehat mental adalah orang yang relatif bebas dari keluhan fisik
dan mampu bersikap toleran terhadap ketidaknyamanan kondisi fisik sesaat dengan
cara yang baik. Artinya, orang normal bebas dari gangguan mental dan konflik
psikis, dapat melaksanakan pekerjaan tanpa banyak mengeluh.



Ia juga mampu beradaptasi secara intelektual terhadap perubahan situasi
dimana ia berada. Bila menderita penyakit sekalipun, ia tidak akan membuat
dirinya menjadi korban pengembangan imajinasi berlebihan tentang efek lanjut
dari gejala fisik yang ia rasakan sesaat tersebut karena yakin apa yang terjadi
pada fisik akan berpengaruh terhadap aspek psikis. Reaksi psikis terhadap
penyakitnya dilakukan dengan cara relatif lebih matang.



Reaksi psikis orang neurotik terhadap gejala fisik yang sama akan ditandai
dengan berbagai pikiran negarif yang membuat dirinya diliputi kecemasan
berlanjut tentang kemungkinan mendapat serangan jantung serius di kemudian
hari.



Ketakutan dan kecemasan intens yang ia kembangkan dalam imajinasinya justru
merangsang kerja kelenjar keringat dan membuat dirinya sering berkeringat
dingin. Roman muka pun menjadi pucat, memicu napas tersengal serta rasa sesak
di dada karena sirkulasi udara dalam tubuh terganggu yang disebabkan tekanan
gas terhadap jantung.



Orang neurotik akan segera menghubungi dokter, namun walaupun setiap dokter
yang dikunjungi mengatakan jantungnya baik, ia tidak akan perncah percaya.



 “Aneh juga ya pergi ke
beberapa dokter tetapi tidak kunjung percaya pada diagnosa dokter. Padahal
orang itu punya latar belakang pendidikan cukup tinggi,” demikian ungkap teman
saya. Sebagai orang normal, memang sulit memahami perilaku orang neurotik.



 



Awal
neurotik



Orang Neurotik adalah orang sakit layaknya penderita pneumonia, misalnya.
Orang neurotik banyak mengeluh sehingga lama-lama ia terkesan seperti menikmati
keluhannya serta menarik perhatian lingkungan melalui keluhannya tersebut.



Ia mencari simpati, perhatian, dan sangat sensitif, seolah kembali ke
perilaku kekanakan. Ia gunakan keluhannya sebagai alibi kegagalannya.



Sebenarnya awal neurotisme bermuara dari masa kanak-kanak. Ia biasanya
melalui masa kanak-kanaknya  dengan
konflik dan ketidakbahagiaan atau sangat dimanja orangtua.



Karakter respons verbalnya ditandai dengan sikap : “Ya...., tetapi...”,
karena pada dasarnya ia punya kebiasaan “dimaafkan” dari segala kekeliruan.



Ada beberapa tipe neurotisme :



a)    
Neurastenia, muncul
sebagai efek kelelahan mental yang berkembang menjadi keluhan sakit-sakitan
yang tidak jelas lokasinya



b)   
Histeria, ditandai
dengan kondisi ketidakstabilan emosi. Konflik mentalnya diekspresikan melalui
gejala fisik tertentu yang berpengaruh terhadap fungsi tubuh secara menyeluruh.
Misalnya, perempuan yang tidak berbahagia dalam perkawinannya akan
mengungkapkan kepada suami, ia menderita sakit pada tulang belakang.



Dalam pada itu, terjadi konversi konflik mental yang
muncul dalam bentuk keluhan pada bagian fisik tertentu yang bila diteliti
secara medis keluhan tersebut tidak diikuti gangguan pada organ tubuh terkait.



c)    
Hipokondriasis,
keterpakuan terhadap kondisi kesehatan. Artinya, selalu ada bagian tubuh yang
terasa kurang nyaman, padahal penyakit yang diderita sebenarnya penyakit
imajiner. Penderita ini akan mengunjungi beberapa dokter untuk berkonsultasi.



d)   
Anxiety,  rasa cemas dan takut yang berlanjut akan dapat
menyebabkan berbagai gangguan fisik. Orang dengan tipe ini memiliki apa yang
disebut kondisi ketegangan mental kronis. Bisa dalam bentuk takut naik
lift/eskalator, keramaian, seks, gila dan lain-lain.



Ia kehilangan rasa aman, tidak pernah mampu untuk rileks dan selalu berada
dalam kondisi kelelahan mental berlanjut. Kesemuanya itu berpangkal pada rasa
rendah diri yang sangat intens.



Penderita neurotik dapat disembuhkan melalui upaya menunjukkan motif bawah
sadar dari keluhan fisik dan penyakit imajiner tersebut dan menginterpretasi
apa yang sebenarnya ingin ia ungkapkan melalui penyakitnya itu, serta menemukan
tujuan sebenarnya dari munculnya gejala penyakit tersebut.



Pada galibnya kita semua adalah orang yang sedikit neurotik, namun karena
kita lebih sering menyibukkan diri dengan keanehan perilaku orang lain, kita
akhirnya menjadi orang yang mengabaikan kebutuhan untuk memperbaiki diri.



Yayasan Keluarga Batam : http://ykbatam.org
Versi Online : http://ykbatam.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=46